Sejarah Pembangunan Jembatan Suramadu

Istimewa

Sejarah Pembangunan Jembatan Suramadu

Ground Breaking pembangunan Jembatan Suramadu dilakukan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003. Butuh saat 6 th. untuk merampungkan jembatan tersebut.

Pembuatan jembatan dilakukan dari tiga sisi. Baik sisi Bangkalan maupun sisi Surabaya. Secara seiring juga dilakukan pembangunan bentang sedang yang terdiri dari main bridge dan approach bridge.

Jembatan Suramadu diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Pembangunan jembatan ini untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura

Pembangunan yang dimaksud meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura. Di mana relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Provinsi Jawa Timur.

Penggagas Jembatan Suramadu
Jembatan Suramadu pertama kali dicetuskan seorang insinyur sipil bernama Prof Dr Sedyatmo th. 1960-an. Ia merancang desain Jembatan Suramadu.

Tak cuma merancang desain Jembatan Suramadu, Sedyatmo juga jadi tokoh di balik pondasi ceker ayam yang tenar di bermacam negara. Namun di th. 1984, ia meninggal.

Kemudian B J Habibie ditunjuk untuk melakukan pembangunan Jembatan Suramadu. Riset pun dilakukan, dilansir dari laman https://binamargadki.net/

14 Tahun Suramadu: Flashback Moleknya Jembatan Dinodai Kabar Baut Hilang

Suramadu merupakan jembatan yang menghubungkan Kota Surabaya di Pulau Jawa bersama Pulau Madura. Ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia.
Sebelum ada Jembatan Suramadu, orang yang dari Surabaya wajib naik kapal feri untuk menyeberang ke Madura. Begitu juga dari arah sebaliknya.

Penyeberangan bersama feri perlu saat 30 menit sampai satu jam. Dengan adanya Jembatan Suramadu, Surabaya-Madura mampu ditempuh bersama saat 10 menit saja.

Dalam situs formal SIMANTU Kementerian PUPR dijelaskan, Suramadu merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Panjangnya 5.438 meter.

Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian. Tiga bagian itu yakni jalur layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge) dan jembatan utama (main bridge).

Suramadu punyai empat lajur. Jembatan ini formal jadi jalur non-tol yang gratis sejak 2018 akhir. Sebelumnya, Suramadu menempatkan tarif untuk pengendara yang lewat.

Jembatan Suramadu juga jadi daerah rekreasi. Terbukti, sebagian festival digelar di sana bersama menampilkan ajang olahraga, seni sampai kuliner.

Saat ini, kawasan Jembatan Suramadu juga jadi spot menarik untuk menikmati senja. Ada banyak warung yang menjajakan aneka minuman dan makanan.

Bendera Merah Putih Sepanjang 3.219 Meter di Suramadu Raih Rekor MURI

Sebanyak 20.770 pelajar dan Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama-sama mengusung bendera selama 3.219 meter di Jembatan Suramadu memperingati Hari Pahlawan. Aksi ini capai rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
“Benar, kesibukan ini sebagai rekor MURI,” kata Senior Manager MURI, Triyono

Menurut Triyono, tidak cuman tercatat di MURI, Pihaknya juga bakal mengajukan rekor minum jamu beras kencur. Tak cuma itu, MURI juga bakal mengajukan sebagai warisan kebudayaan Indonesia oleh Pemprov Jatim.

“Akan ada juga agenda lain, jamu diajukan ke UNESCO sehingga diakui sebagai warisan tak benda oleh warga Indonesia dan kami amat mendukung sekali,” ujarnya.

“Oleh karena itu, minum beras kencur secara hybrid level terbanyak juga di hari ini. Total, ada 20.770 (peserta) secara hybrid ya, ada di sebagian lokasi bebarengan,” sambungnya.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pembentangan bendera itu didalam rangka memperingati hari pahlawan. Termasuk, kesibukan minum jamu beras kencur secara hybrid.

“10 November kan momentum kami membangun nafas heroisme, ada merah putih dan pembawaan kepahlawanan yang wajib kami teladani dan implementasikan, perjuangan dan pengorbanan luar biasa dari para pejuang bangsa,” tuturnya.

Ia berharap, Merah Putih selama 3.219 meter yang dibentangkan secara bersama di Suramadu dan sudah diverifikasi tim MURI mampu menginspirasi khalayak lainnya. Termasuk mengajukan beras kencur sebagai warisan dunia tak benda ke UNESCO.

“Jatim ini UMKM-nya punyai kontribusi 57.81%, oleh karena itu ini tidak benar satu sektor UMKM. Gampang sekali buatnya, berasnya direndam, kencur diulek, lalu direbus, tiap-tiap rumah tangga mampu melakukan. Kalau ini jadi sentra umkm bakal menambah sumber ekonomi tiap rumah tangga, harapan penguatan umkm berseiring bersama momentum 10 Nopember,” tutupnya.